Memproduksi Teks Anekdot
1 Pengertian Memproduksi Teks Anekdot
Memproduksi merupakan kegiatan
pembelajaran menulis yang menghasilkan sebuah karya tertentu berdasarkan
pengamatan. Sesuai dengan yang sudah dipaparkan bahwa pengertian memproduksi
Teks Anekdot adalah menghasilkan produk atau mengeluarkan produk berbentuk
cerita yang lucu yang terdapat nasihat dan sindiran.
Produk yang dihasilkan disini adalah
produk yang berkaitan dengan menulis.lambang-lambang grafik yang
menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain
dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan
gambaran grafik itu.
2 Langkah-langkah Menulis Teks Anekdot
menyatakan bahwa langkah-langkah teks anekdot sebagai berikut.
a. Menentukan
topik yang menggelitik (lucu) dan mengandung hikmah atau pembelajaran tertentu.
b. Mengumpulkan
bahan dengan observasi lapangan, imajinasi, membaca buku.
c. Menentukan
subtopik.
d. Menyusun
kerangka anekdot dengan memanfaatkan subtopic yang tersedia.
e. Mengembangkan
kerangka yang telah dibuat menjadi anekdot yang lengkap.
3 Teks Anekdot
Anekdot merupakan teks yang lucu,
berkarakter dan di dalamnya mengan- dung kritikan yang membangun. Beberapa para
ahli mengemukan pengertian anekdot sebagai berikut.
Selain itu Tim Studi Edukasi (2013:5)
menyatakan bahwa teks anekdot adalah cerita lelucon atau humor yang didalamnya
terkandung pelajaran ataupun nasihat.
Tujuannya untuk menyindir atau
mengingatkan seseorang tentang suatu
kebenaran.
Berdasarkan pengertian anekdot yang
sudah dipaparkan, anekdot merupakan cerita yang lucu dan didalamnya terdapat
sebuah sindiran. Penulis menyimpulkan bahwa anekdot adalah cerita humor singkat
yang mempunyai tujuan untuk menyindir dan berisikan nasihat.
4 Struktur Teks Anekdot
Dalam menulis teks anekdot harus
menerapkan struktur penulisan dengan baik sesuai dengan susunan yang sudah
ditentukan, penulisan teks anekdot mempunyai struktur anekdot berupa cerita
ataupun narasi singkat.
Kemindikbud (2013:194) menyatakan bahwa struktur teks anekdot sebagai
berikut.
a. Abstraksi
adalah berupa isyarat akan apa yang diceritakan berupa kejadian yang tidak
lumrah, tidak biasa, aneh, atau berupa rangkuman atas apa yang akan diceritakan
atau dipaparkan teks;
b. Orientasi
adalah pendahuluan atau pembuka berupa pengenalan tokoh, waktu dan tempat;
c. Krisis
adalah pemunculan masalah;
d. Reaksi
adalah tindakan atau langka yang diambil untuk merespon masalah.
e. Koda
adalah perubahan yang terjadi pada tokohan pelajaran yang dapat dipetik dari
cerita, dan
f. Reorientasi
yaitu ungkapan yang menunjukan cerita sudah berakhir.
Berdasarkan struktur teks anekdot yang
sudah dipaparkan mengenai abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, koda, dan
reorientasi merupakan kesatuan yang utuh dalam penulisan teks anekdot. Penulis
menyimpulkan bahwa dalam penulisan teks anekdot harus menggunakan struktur yang
telah ditentukan dan sesuai diantaranya kejadian yang masuk akal, pengenalan
situasi, permasalahan, tindakan masalah, dan berdasarkan fakta supaya dapat
dijadikan pelajaran, nasihat untuk khalayak.
5. Ciri kebahasaan Teks Anekdot
Dalam teks anekdot terdapat ciri-ciri
kebahasaan yang membedakan teks ini dengan teks-teks yang lain. Kemendikbud
(2013:111) menyatakan bahwa ciri kebahasaan dalam teks anekdot sebagai berikut.
a. Disajikan
dalam bahasa yang lucu.
Penyajian bahasa yang lucu adalah bahasa yang digunakan
dalam penulisan teks anekdot dapat dipelesetkan menjadi bahasa yang lucu.
b. Berisi
peristiwa-peristiwa yang membuat jengkel
Maksud dari peristiwa yang membuat jengkel adalah cerita
dalam teks anekdot itu dibuat konyol bagi partisipan yang mengalaminya.
Mengenai ciri kebahasaan teks anekdot, pemilihan bahasa yang lucu sangat
diperlukan.
Dapat disimpulkan bahwa ciri kebahasaan
dalam menulis teks anekdot adalah penyajian yang lucu dan peristiwa yang nyata,
melibatkan tokoh terkenal yang mengalami modifikasi kearah fiktif yang membuat
jengkel bagi pembacanya atau konyol tetapi di dalamnya ada kritik yang
membangun yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca berupa sindiran.
6. Kaidah Penulisan Teks Anekdot
Dalam penulisan teks anekdot harus
menggunakan kaidah penulisan yang tepat agar teks anekdot yang dihasilkan
menjadi sebuah teks yang tepat.
Kemendikbud (2013:112) mengatakan bahwa
kaidah penulisan teks anekdot sebagai berikut.
a. Menggunakan
pertanyaan retorika, seperti: apakah kamu
tahu?
b. Menggunakan
kata sambung (konjungsi) waktu, seperti: kemudian, setelah itu, dll.
c. Menggunakan
kata kerja seperti: pergi, tulis, dll.
d. Menggunakan
kalimat perintah.
Pada penulisan teks anekdot harus
memperhatikan kaidah penulisan yang sudah dipaparkan seperti menggunakan
pertanyaan retorika, menggunakan kata sam- bung, menggunakan kata kerja, dan
menggunakan kalimat perintah. Sedangkan menurut Tim Cerdas Komunika (2013:5)
menyatakan bahwa kaidah penulisan dalm teks anekdot harus berupa lelucon dan
mengandung kebenaran tertentu. Jadi, kaidah penulisan teks anekdot di dalam
ceritanya harus berupa lelucon dan mengandung kebenaran tertentu.
Sesuai dengan apa yang sudah dipaparkan
mengenai kaidah penulisan teks anekdot, penulis menyimpulkan bahwa kaidah
penulisan teks anekdot adalah ketepatan menggunakan kalimat, penulisannya harus
berupa lelucon, dan mengandung kebenaran tertentu.
7. Unsur-unsur Teks Anekdot
menyatakan bahwa unsur-unsur sebagai
berikut.
a. Tema
Cerita
Tema
merupakan gagasan umum yang menjadi dasar pengembangan seluruh ceri-
ta.
b. Tokoh
Tokoh adalah pelaku yang ada dalam
cerita.
c. Latar
Latar dibedakan dalam 3 unsur pokok,
yaitu:
1) Latar
tempat, mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam cerita;
2) Latar
waktu, berhubungan dengan waktu terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam
cerita; dan.
3) Latar
sosial, mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan status social tokoh yang
diceritakan, serta perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang dijelaskan
dalam cerita.
d. Sudut
pandang
Sudut pandang (point
of view) merupakan teknik yang diipilih pencerita untuk mengemukakan
gagasan dan ceritanya. Sudut pandang dalam cerita terdiri dari dua macam, yaitu
pesona (orang) pertama dan pesona (orang) ketiga. Sudut pandang orang pertama
terbagi atas aku sebagai contoh utama dan aku sebagai contoh tambahan.
Sedangkan sudut pandang orang ketiga dibagi menjadi pencerita serba tahu dan
pencerita terbatas (pengamat).
e. Gaya
bahasa dan nada
Bahasa dalam cerita berfungsi sebagai penyapa gagasan,
sedangkan nada merupakan ekspresi pencerita.
8. Jenis-jenis Teks Anekdot
Luxemburg dkk. (1984:160), menyatakan
bahwa jeni-jenis teks anekdot, sebagai berikut.
a. Artikel
Anekdot artikel bias berbentuk format naratif
yang mana dalam ceritanya memiliki kejelasan tokoh, alur, peristiwa, dan latar.
Karena artikel anekdot juga menceritakan seseuatu hal atau tokoh
faktual/terkenal.
b. Cerpen
Bentuk anekdot berupa cerpen biasanya hanya
menceritakan sesuatu hal yang lugas. Artinya cerita tersebut tidak
berbelit-belit, karena jika anekdot disajikan dalam bentuk lugas maka pendengar
atau pembaca lebih cepat mengerti isi lelucon cerita tersebut. Anak dari itu
anekdot jenis cerpen lebih singkat.
c. Teks
dialog
Teks dialog merupakan sarana primer.
Maksudnya, teks dialog merupakan situasi bahasa utama. Teks dialog di dalam
drama merupakan bagian terpenting dalam sebuah drama, dan sampai taraf tertentu
ini juga berlaku bagi monolog-monolog.
Oleh karena itu teks anekdot bisa berupa teks
dialog yang dalam formatnya disebut anekdot dalm format dramatik yang mempunyai
petunjuk lakon (karmagung/ laku-
an).
Komentar
Posting Komentar